PICO Bukan Sekadar Akronim: 5 Cara Membuat Pertanyaan Riset Lebih Siap Publish
Pernahkah Anda merasa sudah menemukan topik penelitian yang menarik, tetapi bingung bagaimana mengubahnya menjadi pertanyaan riset yang benar-benar layak diteliti dan dipublikasikan?
Masalah ini sangat umum, terutama pada peneliti pemula. Banyak penelitian sebenarnya mengalami kesulitan bukan karena topiknya kurang menarik, melainkan karena pertanyaan riset yang diajukan terlalu luas, tidak terarah, atau tidak cukup spesifik untuk dijawab secara ilmiah. Akibatnya, proses pencarian literatur menjadi tidak fokus, metodologi menjadi kurang jelas, dan hasil penelitian sulit memberikan kontribusi yang bermakna.
Di sinilah kerangka PICO menjadi penting. Namun, PICO bukan sekadar akronim yang harus dihafal. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa PICO merupakan alat strategis untuk membangun pertanyaan yang dapat diuji (testable), mengarahkan pencarian literatur, serta mendukung perancangan dan pelaporan penelitian maupun systematic review secara lebih sistematis (Luijendijk, 2021). Artikel ini membahas bagaimana menggunakan PICO secara tepat agar pertanyaan riset menjadi lebih fokus, lebih kuat secara metodologis, dan lebih siap menuju publikasi.
1. Mulailah dari Pertanyaan yang Jelas, Bukan dari Topik yang Terlalu Besar
Pada tahap paling mendasar, pertanyaan riset menentukan arah seluruh penelitian. Pertanyaan yang baik membantu peneliti menetapkan tujuan penelitian, memilih metodologi yang tepat, mengarahkan proses pengumpulan dan analisis data, serta mencegah penelitian berkembang terlalu luas tanpa arah yang jelas (Parathasarathy et al., 2023).
Selain itu, pertanyaan penelitian juga harus relevan dengan bidang keilmuan dan mampu menjawab kesenjangan pengetahuan (knowledge gap), bukan sekadar mengulang temuan yang sudah mapan (Parathasarathy et al., 2023). Karena itu, langkah awal menuju artikel yang lebih dekat dengan standar publikasi bukanlah memilih topik yang besar, melainkan menemukan masalah yang cukup spesifik untuk dijawab secara ilmiah.
Tips Praktis
- Identifikasi masalah nyata yang belum terjawab dalam literatur.
- Hindari memulai penelitian dari kesimpulan yang sudah ingin dibuktikan.
- Fokus pada satu masalah yang jelas sebelum menentukan metode penelitian.
2. Gunakan PICO untuk Membuat Pertanyaan Lebih Terarah
Kerangka PICO membantu peneliti mendefinisikan empat komponen penting dalam pertanyaan penelitian, yaitu Population, Intervention, Comparison, dan Outcome. Dengan menggunakan PICO, peneliti dipaksa untuk menjelaskan siapa populasi yang diteliti, intervensi yang dievaluasi, pembanding yang digunakan, dan luaran yang ingin diukur (Luijendijk, 2021; Parathasarathy et al., 2023).
Dalam konteks evidence-based medicine, komponen-komponen tersebut menjadi dasar bagi pencarian literatur yang lebih sistematis dan relevan (Milner et al., 2024). Bahkan, sejumlah penelitian pendidikan menunjukkan bahwa pelatihan berbasis PICO dapat meningkatkan kepercayaan diri dan keterampilan peserta dalam merumuskan pertanyaan penelitian serta melakukan pencarian bukti di PubMed (Chen et al., 2025).
Penting untuk dipahami bahwa PICO bukan sekadar format penulisan pertanyaan, melainkan alat untuk meningkatkan ketepatan berpikir ilmiah sejak awal penelitian.
Tips Praktis
- Tulis setiap komponen PICO secara terpisah sebelum menyusun pertanyaan lengkap.
- Pastikan setiap elemen dapat dijelaskan secara operasional.
- Gunakan komponen PICO sebagai dasar penyusunan kata kunci pencarian literatur.
3. Kesalahan Kecil dalam PICO Bisa Membuat Riset Menyimpang
Banyak peneliti merasa telah menggunakan PICO, tetapi implementasinya masih kurang tepat. Evaluasi nasional terhadap proyek DNP menunjukkan bahwa dari proyek yang mengklaim menggunakan PICOT, hanya 4 dari 66 yang benar-benar menerapkannya dengan benar (Milner et al., 2024).
Kesalahan yang paling sering ditemukan meliputi tidak adanya comparator, format pertanyaan yang kurang baik, outcome yang tidak terarah, serta tujuan proyek yang tidak jelas (Milner, 2024). Kesalahan-kesalahan tersebut dapat menyebabkan pencarian bukti menjadi tidak relevan, menghabiskan waktu, dan bahkan menghasilkan rekomendasi yang tidak sepenuhnya berbasis bukti (Milner et al., 2024).
Contoh perbaikan formulasi PICO dapat dilihat pada tabel berikut.
Figure 1. Contoh perbaikan elemen PICO dari formulasi yang kabur menjadi lebih spesifik dan terukur.
Tips Praktis
- Jangan pernah mengabaikan komponen comparison jika memang relevan.
- Gunakan outcome yang dapat diukur secara jelas.
- Periksa kembali apakah pertanyaan dapat dijawab melalui desain penelitian yang dipilih.
4. PICO Harus Dipadukan dengan FINER dan Metodologi yang Kuat
Jika tujuan akhirnya adalah publikasi ilmiah, PICO saja tidak cukup. Pertanyaan penelitian juga perlu memenuhi prinsip FINER, yaitu feasible, interesting, novel, ethical, dan relevant (Parathasarathy et al., 2023).
PICO membantu membangun struktur pertanyaan, sedangkan FINER membantu menilai apakah pertanyaan tersebut layak dilakukan dan penting bagi komunitas ilmiah (Parathasarathy, 2023). Penelitian juga menekankan bahwa pertanyaan yang baik harus disampaikan dengan bahasa yang sederhana, jelas, dan mudah dipahami pembaca (Parathasarathy et al., 2023).
Pada systematic review, standar yang dibutuhkan bahkan lebih tinggi. Pertanyaan penelitian harus jelas dan memiliki justifikasi yang kuat (Crawford, 2025). Selanjutnya, peneliti perlu menyusun strategi pencarian yang transparan dan dapat direplikasi menggunakan Boolean logic, lebih dari satu database, kriteria inklusi-eksklusi yang eksplisit, alur seleksi yang sistematis, serta metode ekstraksi dan sintesis yang dapat dipercaya (Crawford, 2025).
Banyak systematic review gagal memenuhi standar publikasi bukan karena topiknya tidak menarik, melainkan karena fondasi metodologinya lemah sejak tahap perumusan pertanyaan (Crawford, 2025).
Tips Praktis
- Evaluasi pertanyaan penelitian menggunakan kriteria FINER sebelum memulai penelitian.
- Pastikan metode yang dipilih benar-benar mampu menjawab pertanyaan yang diajukan.
- Untuk systematic review, rancang strategi pencarian secara transparan sejak awal.
5. PICO Bukan Alat Ajaib dan Tidak Selalu Cocok untuk Semua Situasi
Meskipun sangat berguna, PICO bukanlah kerangka yang selalu digunakan dengan cara yang sama untuk semua jenis pertanyaan penelitian. Pada penelitian diagnostik, misalnya, terdapat perbedaan mendasar antara pertanyaan mengenai akurasi tes dan pertanyaan mengenai dampak penggunaan tes terhadap kesehatan pasien. Perbedaan tersebut memengaruhi formulasi PICO dan jenis studi yang paling sesuai untuk menjawabnya (Luijendijk, 2021).
Penelitian metodologis terbaru juga menunjukkan bahwa cara membingkai pertanyaan PICO dapat memengaruhi kesimpulan penelitian. Pada analisis systematic review di bidang prostodonsia, directional framing sering kali sejalan dengan kesimpulan yang juga bersifat directional, terutama ketika bukti yang tersedia masih terbatas atau heterogen (Thompson et al., 2026). Selain itu, review yang bertumpu pada surrogate outcomes terkadang menghasilkan rekomendasi klinis yang melampaui kekuatan bukti yang tersedia (Thompson et al., 2026).
Karena itu, pertanyaan yang baik tidak hanya spesifik, tetapi juga netral dan proporsional sehingga tidak menggiring hasil penelitian sejak awal (Thompson et al., 2026).
Literatur terbaru juga menunjukkan adanya keterbatasan PICO dalam proyek implementasi bukti di dunia nyata. Untuk mengatasi hal tersebut, dikembangkan kerangka PIECE (Problem, Implementation/Intervention, Evaluation, Context, Engagement) yang lebih mampu menangkap konteks dan keterlibatan pemangku kepentingan (Munn et al., 2025).
Di bidang digital health, pendekatan berbasis kategorisasi PICO digunakan untuk merumuskan pertanyaan yang lebih sesuai dengan bukti yang tersedia, menyusun istilah pencarian, dan mempercepat proses penyaringan abstrak dalam jumlah studi yang sangat besar (Buddrus et al., 2026). Bahkan pada pengembangan alat rehabilitasi robotik, PICO digunakan untuk menghubungkan kebutuhan klinis dengan parameter rekayasa meskipun tetap memerlukan modifikasi sesuai konteks penelitian (Amici et al., 2026).
Menariknya, penggunaan PICO juga tidak menjamin bahwa sebuah studi akan otomatis dipublikasikan. Analisis terhadap abstrak penelitian residen farmasi menunjukkan bahwa sekitar 59,4% abstrak telah memuat seluruh komponen PICO, tetapi karakteristik PICO tidak berhubungan signifikan dengan status publikasi manuskrip (Atkins et al., 2026).
Temuan ini menunjukkan bahwa PICO merupakan fondasi untuk membangun pertanyaan penelitian yang berkualitas, bukan tiket otomatis menuju acceptance.
Tips Praktis
- Sesuaikan penggunaan PICO dengan jenis pertanyaan penelitian.
- Hindari pertanyaan yang sejak awal menggiring hasil tertentu.
- Gunakan kerangka alternatif jika konteks penelitian membutuhkan pendekatan yang lebih luas.
Kesimpulan
PICO bukan sekadar akronim yang harus dihafal, melainkan alat yang membantu peneliti menajamkan pertanyaan riset agar lebih fokus, terstruktur, dan relevan. Bukti yang tersedia menunjukkan bahwa pertanyaan yang jelas dan terdefinisi dengan baik dapat meningkatkan kualitas pencarian literatur, memperkuat desain penelitian, dan membantu menjaga fokus studi sejak awal (Luijendijk, 2021; Parathasarathy et al., 2023; Milner et al., 2024).
Namun, PICO bukanlah solusi ajaib yang membuat naskah otomatis diterima jurnal. Publikasi ilmiah tetap bergantung pada kualitas metodologi, transparansi pelaksanaan penelitian, dan integritas dalam menginterpretasikan hasil (Parathasarathy et al., 2023; Milner et al., 2024; Crawford, 2025).
Jika ingin menghasilkan penelitian yang lebih siap dipublikasikan, mulailah dengan satu langkah sederhana: susun pertanyaan penelitian yang benar-benar jelas sebelum menulis satu halaman pun dari proposal Anda.
Penulis dan Editor : Ruang Riset Ners
Referensi :
- Amici, C., Buraschi, R., Dragusanu, M., Gobbo, M., Logozzo, S., Malvezzi, M., Pollet, J., Tiboni, M., & Valigi, M. C. (2026). Design Criteria for Robotic Rehabilitation Medical Devices: The PICO-Driven Approach. Machines. https://doi.org/10.3390/machines14030303
- Atkins, P. E., Behal, M. L., Flannery, A. H., & Cook, A. M. (2026). Evaluating PICO framework utilization in pharmacy resident research.. American journal of health-system pharmacy : AJHP : official journal of the American Society of Health-System Pharmacists. https://doi.org/10.1093/ajhp/zxag042
- Buddrus, U., Kutza, J.-O., Thye, J., Esdar, M., Hübner, U. H., & Liebe, J.-D. (2026). PICO-based assessment and categorization of evidence for digital health interventions: an inductive framework development.. Frontiers in digital health, 8, 1755598 . https://doi.org/10.3389/fdgth.2026.1755598
- Chen, Y.-H., Ntekim, A., Choi, E., Cassanova, M., Thompson, C., Patel, D. R., & Barrett, K. (2025). Advancing Resident Skills In Evidence-Based Practice And Research: PICO And Pubmed Search Educational Workshop. The Journal of Clinical Medicine. https://doi.org/10.52338/tjocm.2025.4684
- Crawford, J. (2025). Systematic Literature Reviews: Why I Rejected Your Review. Journal of University Teaching and Learning Practice. https://doi.org/10.53761/10vb5076
- Luijendijk, H. (2021). How to create PICO questions about diagnostic tests. BMJ Evidence-Based Medicine, 26, 155 - 157. https://doi.org/10.1136/bmjebm-2021-111676
- Milner, K. A., Hays, D., Farus-Brown, S., Zonsius, M. C., Saska, E., & Fineout-Overholt, E. (2024). National evaluation of DNP students' use of the PICOT method for formulating clinical questions.. Worldviews on evidence-based nursing. https://doi.org/10.1111/wvn.12709
- Munn, Z., Cooper, A., Porritt, K., Lizardono, L., Enuameh, Y., Klugárová, J., Klugar, M., Cardoso, D., Stannard, D., Kent, B., & McArthur, A. (2025). Proposing a "PICO" for evidence implementation projects: the Problem, Implementation/Intervention, Evaluation, Context, and Engagement (PIECE) approach.. JBI evidence implementation. https://doi.org/10.1097/xeb.0000000000000548
- Parathasarathy, S., Samantaray, A., & Jain, D. (2023). A well-formulated research question: The foundation stone of good research. Indian Journal of Anaesthesia, 67, 326 - 327. https://doi.org/10.4103/ija.ija_226_23
- Thompson, G. A., Elshewy, M., & Zaher, A. (2026). Directional PICO framing and unsupported conclusions in prosthodontic systematic reviews: A methodological analysis.. Journal of prosthodontics : official journal of the American College of Prosthodontists. https://doi.org/10.1111/jopr.70111


Posting Komentar