Florence Nightingale Modern: 5 Alasan Teorinya Masih Relevan di Era AI dan Pandemi (Meski Dunia Sudah Sangat Berubah)
Di era kecerdasan buatan (AI), rekam medis digital, dan pengalaman pandemi COVID-19, apakah teori Florence Nightingale masih memiliki tempat dalam praktik kesehatan modern?
Banyak orang mengenal Florence Nightingale sebagai Lady with the Lamp, sosok ikonik dalam sejarah keperawatan. Namun, literatur terbaru menunjukkan bahwa warisannya jauh lebih luas daripada sekadar simbol pengabdian. Nightingale adalah pelopor keperawatan modern, reformis kesehatan publik, dan salah satu tokoh pertama yang menggunakan data statistik untuk mendorong perubahan sistem kesehatan (Ribeiro et al., 2021; Costa et al., 2021; Yeh et al., 2022).
Pertanyaan yang lebih penting saat ini bukan lagi apakah Nightingale memiliki pengaruh besar dalam sejarah, melainkan apakah teori dan pemikirannya masih relevan ketika rumah sakit menggunakan AI, keputusan klinis didukung algoritma, dan dunia baru saja melewati pandemi global. Berdasarkan berbagai penelitian terkini, jawabannya adalah ya. Namun, relevansi tersebut tidak berarti menerapkan gagasannya secara mentah, melainkan menafsirkan ulang prinsip-prinsipnya sesuai tantangan abad ke-21 (Breigeiron et al., 2021; Nashwan et al., 2025; D'Antonio, 2022).
1. Teori Lingkungan Nightingale Terbukti Tetap Penting Setelah Pandemi
Salah satu alasan utama teori Nightingale tetap bertahan adalah fokusnya pada lingkungan. Ia menekankan pentingnya kebersihan, udara segar, kenyamanan, pencegahan infeksi, dan pengelolaan lingkungan sebagai bagian integral dari proses penyembuhan (Riegel et al., 2021; Ribeiro et al., 2021).
Pandemi COVID-19 memperlihatkan betapa relevannya prinsip tersebut. Kajian mengenai praktik keperawatan selama pandemi menunjukkan bahwa perawat menghadapi risiko penularan yang tinggi, paparan kerja yang berkepanjangan, keterbatasan perlindungan di berbagai tempat, hingga tingginya angka kesakitan dan kematian di kalangan tenaga kesehatan (Ribeiro et al., 2021).
Situasi tersebut mengingatkan kembali bahwa lingkungan yang aman bukan sekadar teori klasik, melainkan kebutuhan nyata dalam menjaga keselamatan pasien maupun tenaga kesehatan.
Pelajaran Praktis
- Pencegahan infeksi tetap menjadi fondasi layanan kesehatan modern.
- Lingkungan yang sehat merupakan bagian dari terapi, bukan sekadar fasilitas pendukung.
- Keselamatan tenaga kesehatan dan pasien harus menjadi prioritas utama dalam setiap sistem pelayanan.
2. Nightingale Sudah Berpikir Preventif Jauh Sebelum Istilah Itu Populer
Nightingale tidak hanya berbicara tentang ruangan yang bersih. Ia juga memperkenalkan cara berpikir yang berorientasi pada pencegahan dan pengelolaan risiko.
Literatur mutakhir menunjukkan bahwa banyak inovasi dalam keperawatan modern sebenarnya merupakan pengembangan dari prinsip-prinsip yang telah ia gagas, seperti pencegahan penyakit, stratifikasi risiko, pengendalian infeksi, dan perhatian terhadap konteks pasien secara menyeluruh (Riegel et al., 2021).
Hal ini membuat pemikiran Nightingale terasa sangat modern. Sistem kesehatan abad ke-21 juga bergerak ke arah yang sama: lebih prediktif, lebih preventif, dan lebih berorientasi pada kesehatan populasi dibanding hanya mengobati penyakit setelah terjadi.
Pelajaran Praktis
- Fokus pada pencegahan sering kali lebih efektif daripada sekadar pengobatan.
- Pengambilan keputusan kesehatan perlu mempertimbangkan konteks pasien secara menyeluruh.
- Pendekatan preventif membantu meningkatkan kualitas layanan sekaligus efisiensi sistem kesehatan.
3. Jika Hidup Hari Ini, Nightingale Mungkin Akan Menyukai AI
Hubungan antara Nightingale dan AI mungkin terdengar tidak biasa. Namun, jika melihat sejarahnya, keterkaitan tersebut cukup masuk akal.
Review terbaru menunjukkan bahwa AI mulai digunakan dalam clinical decision support, pemantauan pasien, pendidikan perawat, optimalisasi rencana perawatan, dan alokasi sumber daya kesehatan (Wei et al., 2025; Nashwan et al., 2025). Kajian lain menunjukkan bahwa AI mendukung keputusan klinis, keputusan organisasi, dan shared decision-making melalui penyediaan informasi yang lebih cepat, akurat, dan personal (Khosravi et al., 2024).
Nightingale sendiri dikenal sebagai tokoh yang mengumpulkan data kematian secara sistematis, menganalisisnya, lalu menyajikannya dalam bentuk visual yang mudah dipahami untuk mendorong reformasi kebijakan kesehatan (Costa et al., 2021).
Karena itu, melihat AI sebagai kelanjutan dari semangat penggunaan data yang diperjuangkan Nightingale merupakan interpretasi yang masuk akal. AI bukan pengganti nilai-nilai keperawatan, melainkan alat baru untuk tujuan yang sama: meningkatkan kualitas keputusan dan menyelamatkan lebih banyak nyawa.
Pelajaran Praktis
- Data yang baik dapat menghasilkan keputusan yang lebih baik.
- Teknologi harus digunakan untuk mendukung, bukan menggantikan, penilaian profesional.
- AI dapat menjadi alat penting dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan.
4. Era AI Justru Membuat Nilai-Nilai Nightingale Semakin Penting
Meski menjanjikan banyak manfaat, AI juga membawa tantangan baru. Berbagai penelitian secara konsisten menyoroti isu privasi data, bias algoritma, kendala teknis, adaptasi tenaga kerja, dan kebutuhan literasi AI bagi perawat (Nashwan et al., 2025; Wei et al,, 2025).
Selain itu, masih terdapat kesenjangan penting berupa terbatasnya alat AI yang dirancang khusus untuk kebutuhan keperawatan, kurangnya evaluasi dampak jangka panjang, serta belum tersedianya kerangka etika yang benar-benar sesuai dengan konteks praktik keperawatan (Wei et al., 2025).
Kondisi ini menunjukkan bahwa semakin canggih teknologi yang digunakan, semakin penting pula prinsip yang diwariskan Nightingale: keselamatan pasien, kualitas lingkungan perawatan, dan penghormatan terhadap martabat manusia harus tetap menjadi prioritas utama.
Pelajaran Praktis
- Jangan menilai teknologi hanya dari kecanggihannya.
- Evaluasi manfaat dan risiko AI secara seimbang.
- Pastikan inovasi teknologi tetap berpihak pada kebutuhan manusia.
5. Warisan Terbesar Nightingale Adalah Menjaga Kemanusiaan dalam Pelayanan Kesehatan
Di tengah perkembangan teknologi yang sangat cepat, sisi humanistik Nightingale tetap menjadi salah satu warisan terpenting.
Literatur filsafat keperawatan menegaskan bahwa filsafat memberikan dimensi kemanusiaan dalam praktik keperawatan dan membantu mewujudkan pelayanan yang holistik (Tembo, 2023). Pandemi COVID-19 memperlihatkan pentingnya aspek ini ketika perawat tidak hanya merawat pasien yang sakit, tetapi juga mendampingi keluarga yang terpisah akibat kebijakan pengendalian infeksi (Tembo, 2023).
Dalam banyak tulisan modern, Nightingale digambarkan sebagai tokoh yang menghubungkan otak, hati, dan tangan untuk menciptakan lingkungan penyembuhan bagi tubuh, pikiran, dan jiwa pasien (Riegel, 2021).
Menariknya, representasi publik Nightingale saat ini juga mengalami perubahan. Analisis media digital menunjukkan bahwa ia kini semakin dipandang sebagai figur legendaris, feminis modern, statistikawan, pelopor kesehatan publik, dan kontributor bidang STEM, bukan sekadar simbol belas kasih dalam keperawatan (Conte et al., 2024).
Namun, integritas intelektual menuntut agar warisannya tidak diterima tanpa kritik. Kajian historiografis menunjukkan bahwa proyek profesionalisasi keperawatan yang berkembang dari visinya juga dipengaruhi oleh relasi kuasa terkait gender, ras, kelas sosial, dan kolonialitas (D'Antonio, 2022). Beberapa peneliti berpendapat bahwa model profesionalisasi tersebut turut membatasi ruang bagi kelompok tertentu, termasuk laki-laki dan komunitas yang tidak sesuai dengan norma dominan pada masanya (D'Antonio, 2022; Stewart, 2025).
Karena itu, cara paling jujur untuk menyebut Nightingale masih relevan adalah dengan mengakui bahwa warisannya perlu diteruskan sekaligus dikaji secara kritis.
Pelajaran Praktis
- Kemanusiaan tetap harus menjadi inti pelayanan kesehatan.
- Warisan ilmiah perlu dihargai tanpa mengabaikan kritik historis yang valid.
- Kemajuan teknologi dan nilai kemanusiaan tidak harus dipertentangkan.
Kesimpulan
Florence Nightingale tetap relevan bukan karena dunia saat ini sama dengan abad ke-19, melainkan karena pertanyaan dasar yang ia ajukan masih dihadapi sistem kesehatan modern. Bagaimana menciptakan lingkungan yang mendukung penyembuhan? Bagaimana menggunakan data untuk memperbaiki sistem kesehatan? Dan bagaimana menjaga kemanusiaan ketika teknologi semakin dominan?
Literatur menunjukkan bahwa warisan Nightingale masih terlihat pada tiga lapisan utama. Pertama, pentingnya lingkungan yang sehat, pencegahan infeksi, dan keselamatan kerja (Ribeiro, 2021). Kedua, penggunaan data, statistik, riset, dan kini AI untuk meningkatkan kualitas pengambilan keputusan (Costa, 2021; Khosravi et al., 2024). Ketiga, keyakinan bahwa pelayanan kesehatan harus tetap memandang manusia secara utuh, bukan sekadar kasus klinis atau kumpulan data (Riegel et al., 2021; De Lima et al., 2022).
Karena itu, jawaban terbaik di era AI dan pascapandemi bukan memilih antara teknologi atau nilai-nilai Nightingale. Tantangannya adalah menggabungkan kecanggihan data dengan kepedulian terhadap manusia, tepat pada titik di mana warisan Nightingale masih berbicara paling kuat hingga hari ini.
Penulis dan Editor : Ruang Riset Ners
Referensi :
- Breigeiron, M. K., Vaccari, A., & Ribeiro, S. (2021). Florence Nightingale: Legacy, present and perspectives in COVID-19 pandemic times.. Revista brasileira de enfermagem, 74Suppl 1 Suppl 1, e20201306 . https://doi.org/10.1590/0034-7167-2020-1306
- Conte, G., Magon, A., Palmeri, M., Paglione, G., Baroni, I., Belloni, S., Angolani, M., Arcidiacono, M. A., Arrigoni, C., Stievano, A., & Caruso, R. (2024). The Public’s Perception of Florence Nightingale’s Legacy in the Digital Media: A Critical Discourse Analysis. Nursing Reports, 14, 1838 - 1848. https://doi.org/10.3390/nursrep14030137
- Costa, A., & Câmara, G. (2021). Nursing research during COVID‐19: Florence Nightingale inspiration. Research in Nursing & Health, 44, 420 - 421. https://doi.org/10.1002/nur.22129
- D'Antonio, P. (2022). What do we do about Florence Nightingale?. Nursing Inquiry, 29. https://doi.org/10.1111/nin.12450
- De Lima, J. J., Miranda, K. C. L., Cestari, V., & Pessoa, V. (2022). Art in evidence-based nursing practice from the perspective of Florence Nightingale.. Revista brasileira de enfermagem, 75 4, e20210664 . https://doi.org/10.1590/0034-7167-2021-0664
- Khosravi, M., Zare, Z., Mojtabaeian, S. M., & Izadi, R. (2024). Artificial Intelligence and Decision-Making in Healthcare: A Thematic Analysis of a Systematic Review of Reviews. Health Services Research and Managerial Epidemiology, 11. https://doi.org/10.1177/23333928241234863
- Nashwan, A., Cabrega, J. A., Othman, M. I., Khedr, M., Osman, Y. M., El‐Ashry, A., Naif, R., & Mousa, A. (2025). The evolving role of nursing informatics in the era of artificial intelligence. International Nursing Review, 72. https://doi.org/10.1111/inr.13084
- Ribeiro, B., Scorsolini‐Comin, F., Santos, S. V. M. D., & Dalri, R. (2021). Brazilian nursing in pandemic times and the bicentennial of Florence Nightingale.. Revista brasileira de enfermagem, 75 suppl 1, e20210081 . https://doi.org/10.1590/0034-7167-2021-0081
- Riegel, F., Crossetti, M. G., Martini, J. G., & Nes, A. A. (2021). Florence Nightingale's theory and her contributions to holistic critical thinking in nursing.. Revista brasileira de enfermagem, 74 2, e20200139 . https://doi.org/10.1590/0034-7167-2020-0139
- Stewart, T. (2025). Policy, Profession, and Gender: How Nightingale's Reforms Elevated Nursing and Marginalized Male Nurses. Policy, Politics, & Nursing Practice, 26, 298 - 306. https://doi.org/10.1177/15271544251364249
- Tembo, A. (2023). The place of philosophy in nursing.. Nursing philosophy : an international journal for healthcare professionals, e12473 . https://doi.org/10.1111/nup.12473
- Wei, Q., Pan, S. S., Liu, X., Hong, M., Nong, C., & Zhang, W. (2025). The integration of AI in nursing: addressing current applications, challenges, and future directions. Frontiers in Medicine, 12. https://doi.org/10.3389/fmed.2025.1545420
- Yeh, B., Park, J., & Kim, N. (2022). Nightingale's Legacy as a Social Reform Activist: Based on Literature Review. Journal of Korean Academy of Nursing Administration. https://doi.org/10.11111/jkana.2022.28.3.200

Posting Komentar